
Puan Alam
Peran Perempuan di dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat sejak dahulu hingga di era modern seperti mengalami banyak perubahan. Jika di masa lalu , peran perempuan terkesan begitu terbatas dan dirasa sulit untuk tumbuh dan berkembang. Tetapi sebenarnya jika dilihat lebih dalam lagi, perempuan sudah berperan penting sejak dahulu. Diskriminasi dan norma-norma yang ada di dalam kulture masyarakat membuat peran perempuan seperti tidak atau sengaja agar tidak terlihat. Jurang pemisah seolah diperdalam agar peran pria lebih dominan dan Perempuan tetap menjadi bayang-bayang atau pelengkap saja.
Buku ini mencoba memberikan gambaran secara visual melalui foto cerita tentang bagaimana sebenanya sedari dulu perempuan sudah mengambil peranan penting, tidak hanya dalam skala kecil yaitu keluarga tetapi juga dalam aspek yang lebih besar yaitu aspek budaya yang ada di masyarakat melalui cerita yang masih hidup di era modern sekarang ini maupun cerita mitos. Rangkaian foto-foto yang saling bertutur dalam buku ini tidak hanya memberikan gambaran lebih tetapi juga sebagai pengingat bagaimana sejatinya kapabilitas perempuan sejatinya luas, tidak terbatas hanya sebagai “tulang rusuk “tetapi juga bisa menjadi “tulang punggung”.
Kenapa ada panggilan ibu pertiwi atau mother nature yang kita kenal. Alam diibaratkan ibu, yang selalu menyediakan kebutuhan kita. Perempuan mengenal alam seperti mengenal dirinya sendiri. Ia berdamai dengan sumber air yang jauh, menyimpan bahan makanan keluarga yang dipanen dari alam sehingga cukup sampai panen tiba lagi. Menjadi ibu dalam sebuah keluarga artinya memastikan kebutuhan anak-anaknya terpenuhi. Perempuan bisa menjadi penenun yang produktif, petani yang tangguh, buruh yang tak kenal lelah, jika dibutuhkan.
