March 12, 2023

Diabaikan di tanah sendiri

Persekusi dan kekerasan terhadap kaum minoritas seperti yang dialami jemaat Ahmadiyah terus mengusik saya. Khususnya sejak tragedi Cikuesik, di mana orang bisa dengan brutal menghancurkan dan membunuh orang lain tanpa perikemanusiaan. Kejadian yang sama hampir saja menimpa Jemaat Ahmadiyah di Bukit Duri, Jakarta Selatan, di mana persekusi dan penyegelan masjid Ahmadiyah kembali terjadi.

Didorong oleh rasa ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa ajaran Ahmadiyah, saya memberanikan diri untuk masuk dan melakukan wawancara langsung dengan pimpinan Jemaat Ahmadiyah, meskipun kondisi saat itu tidak terlalu kondusif karena massa anti-Ahmadiyah berjaga-jaga di depan pintu masuk Masjid An Nur, tempat Jemaat Ahmadiyah beribadah. Dari perbincangan saat itu saya bersimpati kepada teman-teman Ahmadiyah yang mengalami persekusi dan kekerasan.

Foto-foto tentang Jemaat Ahmadiyah ini menekankan pada sisi moralitas dan kemanusiaan di samping pandangan sebagian orang yang menganggap ajaran ini sesat. Melalui foto-foto ini saya ingin menyoroti ketidakadilan yang terjadi di negara kita yang gagal melindungi warga negaranya, terutama kaum minoritas. Saya ingin mengajak pembaca untuk melihat lebih jauh bahwa ada hal lain yang lebih penting daripada menghakimi keyakinan seseorang, lebih-lebih muncul pembenaran untuk melakukan kekerasan terhadap orang yang berbeda keyakinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bergabung ke dalam mailist kami untuk mendapatkan pembaharuan terkni.